Poin Penting
- Bank Intidana menunjuk Eddy Setiawan Hertanto sebagai Direktur Utama dan Iwan Setiawan Yamin sebagai Direktur Kredit, Collection & Special Asset Management
- Eddy akan fokus memperkuat fundamental dan bisnis, sementara Iwan ditugaskan memperkuat kualitas kredit, collection, serta recovery aset bermasalah
- Pergantian Direksi dilakukan di tengah perbaikan kinerja, ditandai NPL Gross turun menjadi 19,59 persen pada Agustus 2026 dari 24,49 persen pada Maret 2026.
Sumber:infobanknews.com
Jakarta – PT BPR Intidana Sukses Makmur atau Bank Intidana melakukan perombakan jajaran direksi. Perseroan menunjuk Eddy Setiawan Hertanto sebagai Direktur Utama (Dirut) dan Iwan Setiawan Yamin sebagai Direktur Kredit, Collection & Special Asset Management.
Pergantian tersebut menjadi bagian dari langkah Bank Intidana memperkuat struktur manajemen sekaligus mendorong penguatan fundamental, kualitas aset, dan pertumbuhan bisnis yang lebih sehat.
Eddy Setiawan Hertanto memiliki latar belakang di bidang keuangan dan perbankan. Lulusan Sarjana Akuntansi STIE Malangkucecwara Malang tersebut bukan orang baru di Bank Intidana. Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai direktur bisnis perseroan. Selain itu, dia juga pernah berkiprah di Citibank N.A., serta sejumlah institusi lainnya.
Sebagai dirut, Eddy akan mengarahkan strategi Bank Intidana, mulai dari penguatan fundamental, peningkatan produktivitas dan efisiensi, pengembangan bisnis, hingga peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.
Sementara itu, Iwan Setiawan Yamin dipercaya menangani bidang kredit, collection, dan special asset management. Lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia tersebut memiliki pengalaman lebih dari 35 tahun di industri perbankan.
Pengalaman Iwan mencakup credit risk management, recovery asset, special asset management, collection, dan recovery.
Dengan latar belakang tersebut, ia akan berfokus pada penguatan kualitas portofolio kredit serta percepatan recovery dan penyelesaian aset bermasalah.
Pergantian manajemen ini berlangsung ketika Bank Intidana tengah mencatat perbaikan sejumlah indikator kinerja. Hingga Agustus 2026, total aset Bank Intidana mencapai sekitar Rp1,32 triliun, dengan kredit sekitar Rp962,30 miliar dan DPK sekitar Rp1,01 triliun.
Dari sisi kualitas kredit, Non Performing Loan (NPL) Gross tercatat 19,59 persen, membaik dari 24,49 persen pada Maret 2026. NPL Net juga turun menjadi 18,39 persen dari 23,34 persen.
Eddy Setiawan Hertanto mengatakan, penguatan jajaran direksi menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk membangun Bank Intidana dengan fundamental yang semakin kuat.
“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan Bank Intidana tidak hanya berorientasi pada ekspansi, tetapi juga memiliki kualitas dan memberikan nilai yang berkelanjutan bagi nasabah, pemegang saham dan seluruh stakeholders,” kata Eddy dikutip 29 September 2026.
Menurut Eddy, perbaikan sejumlah indikator hingga Agustus 2026 menjadi momentum untuk melanjutkan transformasi Bank Intidana.
“Kami akan terus memperkuat kualitas aset, meningkatkan efisiensi, memperkuat DPK (Dana Pihak Ketiga) dan mengembangkan bisnis secara prudent. Dengan dukungan tim manajemen dan seluruh karyawan, kami optimistis dapat membangun pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Iwan menegaskan bahwa kualitas kredit akan menjadi salah satu fokus utama dalam menjalankan tugas barunya.
“Kualitas kredit menjadi salah satu fokus utama kami. Kami akan memperkuat proses dari credit origination, monitoring hingga recovery sehingga pertumbuhan kredit dapat berjalan sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko,” tutupnya. (*)