Ternyata Inflasi punya korelasi dengan lagu ‘Abang Tukang Bakso’

Ternyata Inflasi punya korelasi dengan lagu ‘Abang Tukang Bakso’

“Abang tukang bakso, mari-mari sini aku mau beli”

Rasanya lagu ‘abang tukang bakso’ masih saja lekat dalam ingatan kita, lagu tersebut bercerita tentang anak kecil yang hendak membeli bakso. Ingatkah #sobatdana jika harga semangkuk bakso pada lagu tersebut hanya sebesar Rp200?

baca juga: BPR Intidana jalin kerja sama dengan Utomo Bank

Jika dibandingkan dengan saat ini, harga bakso sudah mustahil didapatkan dengan harga seperti itu, bahkan untuk mendapatkan bakso dengan harga Rp10.000 pun perlu usaha ekstra. Lantas mengapa harga bakso yang dahulu hanya seharga Rp200 kini bisa berpuluh-puluh kali lipat kenaikannya saat ini?

Harganya meningkat, atau nilai uangnya yang berkurang?

Dalam ekonomi, peristiwa tersebut disebabkan oleh adanya inflasi. Menurut Bank Indonesia, inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Dalam arti lain, inflasi menyebabkan kenaikan harga barang/jasa secara berulang.

baca juga: Mengapa Harus Deposito di BPR Intidana?

Inflasi menyebabkan kenaikan harga barang yang diikuti oleh penurunan nilai uang. Jika dahulu masih sedikit orang yang mampu menghasilkan uang hingga Rp1.000.000 sehingga populer istilah jutawan, namun saat ini pemilik uang Rp1.000.000 pun sudah banyak dimana mana.

Lantas apakah semakin banyak munculnya ‘jutawan’ baru, mengartikan bahwa daya beli masyarakat meningkat?

Nyatanya tidak. Peningkatan pemasukan masyarakat seolah membuat daya beli masyarakat meningkat, padahal harga kebutuhan juga meningkat selaras dengan peningkatan pemasukan tersebut. Hal tersebut memberikan jawaban bahwa nilai uang juga menjadi rendah akibat faktor inflasi tersebut.

Akhirnya nilai uang Rp20.000 yang disimpan pada tahun 2000 tidak sama dengan nilai uang Rp20.000 pada tahun 2022 walau dengan nominal yang sama.

Lalu, apa solusi yang dapat digunakan untuk menghindari penurunan nilai uang tersebut?

Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk menekan penurunan nilai uang adalah dengan menyimpan uang pada fasilitas penyimpanan uang yang bersifat progresif (mempunyai kenaikan timbal balik). Investasi dapat dipilih sebagai sarana penyimpanan uang tersebut, salah satu contohnya adalah Deposito.

Deposito menawarkan beberapa kelebihan seperti resiko yang rendah, return yang stabil, hingga dapat digunakan sebagai jaminan pinjaman. BPR Intidana menawarkan deposito dengan bunga lebih tinggi dibanding bank umum (hingga 5,50% p.a), deposito BPR Intidana dipastikan aman karena BPR Intidana telah terdaftar dan diawasi OJK serta dijamin oleh LPS.

Dana yang didepositokan pada BPR Intidana dipastikan akan dikelola dengan profesional, tidak perlu diragukan lagi karena BPR Intidana telah berturut-turut mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak.

baca juga: Deposito BPR Intidana   

baca juga: Penghargaan yang telah diraih BPR Intidana

BPR Intidana, Cepat Mudah Aman