Tumbuh Berkembang dengan Budaya “KITE COCOK” (Sumber: Infobank, Mei 2020)

Tumbuh Berkembang dengan Budaya “KITE COCOK” (Sumber: Infobank, Mei 2020)

Asset BPR Intidana Sukses Makmur terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan asset ini tidak lepas dari penerapan budaya “KITE COCOK” yang membawa seluruh elemen SDM di BPR Intidana ke arah dan tujuan pertumbuhan yang sama dengan cara yang sama. Unsur dalam budaya “KITE COCOK” adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, Integritas, Team Work, Customer Focus, Continuous Improvement.

Kerja keras dan memiliki budaya kerja yang sama membawa kinerja BPR Intidana terus bergerak positif, contohnya peningkatan asset perusahaan dari tahun ke tahun. “Dalam menjalankan operasional perusahaan dibutuhkan sumberdaya manusia yang handal, yang selalu menghidupi dan menjalankan dengan disiplin budaya perusahaan “KITE COCOK” yang akan membawa seluruh elemen SDM di BPR Intidana Sukses Makmur ke arah dan tujuan yang sama,” kata Direktur Utama BPR Intidana Sukses Makmur, Polycarpus Feriyanto, kepada Infobank, akhir April lalu, di Jakarta.

Fery, sapaan akrabnya menambahkan, tahun lalu dan tahun ini BPR yang dipimpinnya mendapat penghargaan dari infobank berkat peningkatan asset. Tahun depan pun BPR Intidana berusaha meningkatkan assetnya lagi.

Strategi yang dilakukan secara umum adalah menerapkan strategi pertumbuhan kredit dan pendanaan yang prinsip kehati-hatian. “Untuk pertumbuhan kredit, kami menerapkan strategi penjualan dengan prinsip Speed (Kecepatan), Simplicity (Kemudahan) dan Convenient (Kenyamanan) tetapi tidak mengabaikan prinsip kehati-hatian dan keamanan (Prudent),” jelasnya.

Langkah-langkah yang diambil untuk menunjang pertumbuhan kredit adalah pertama, para petugas BPR Intidana Sukses Makmur akan turun langsung ke pusat perdagangan dan pasar tradisional untuk membantu dan menjaring pedagang-pedagang sesuai dengan wilayah kerja yang berada di sekitar kantor BPR Intidana Sukses Makmur, agar pedagang-pedagang tersebut memperoleh akses permodalan sehingga usahannya semakin tumbuh dan berkembang. Kedua, melakukan pendekatan kepada BUMN, Instansi Pemerintah ataupun Instansi Swasta yang ada di sekitar BPR Intidana Sukses Makmur dalam penyaluran kredit kolektif. Ketiga, melakukan proses analisa kredit dengan cara yang efektif dan efisien, sehingga dapat memberikan keputusan

kredit lebih cepat namun tetap tidak mengabaikan prinsip kehati-hatian. Keempat, semaksimal mungkin, memberikan alternative dan solusi bagi permasalahan keuangan calon debitur, sehingga calon debitur mendapat nilai tambah dan service yang baik. Kelima, selalu memperbaharui pengetahuan petugas BPR Intidana Sukses Makmur, dalam bidang perkreditan, dan hukum, agar dapat menerapkan prinsip kehati- hatian dengan baik, antara lain dengan memberikan pelatihan baik external maupun pelatihan internal. Keenam, menjalin hubungan baik dengan debitur, agar dapat memenuhi kebutuhan debitur, dan mengetahui sedini mungkin potensi permasalahan yang ada pada debitur.

Target pertumbuhan kredit BPR Intidana Sukses Makmur selama 2020 sekitar Rp670 miliar atau tumbuh dikisaran 10% (Y0Y). Namun, melihat perkembangan dunia usaha yang terdampak oleh pandemi Covid-19 , maka diperkirakan pertumbuhan kredit akan cenderung melambat dan penyaluran akan dilakukan secara selektif dan lebih ketat lagi.

Sedangkan target pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) selama 2020 sekitar Rp365 miliar atau tumbuh dikisaran 12,8% (YoY). Strategi dalam mencapai target DPK yaitu menerapkan sistem jemput bola (datang langsung ke tempat penabung atau deposan), memberikan pelayanan yang maksimal dalam segala hal dengan dukungan fasilitas gedung kantor yang representative dan menjalankan fasilitas online, sehingga kebutuhan transaksi nasabah dapat dilakukan di semua jaringan kantor BPR Intidana Sukses Makmur yang tersebar di jobodetabek.

Sumber : Infobank No.505 – Mei 2020 – Vol XLII